Outbound Training

Specialist Outbound Training

Sejarah Outbound

SEJARAH OUTBOUND

Menilik dari sejarahnya, outbound sebenarnya adalah kegiatan pelatihan di alam terbuka yang memerlukan ketahanan sekaligus tantangan fisik yang besar. Di dalamnya, peserta menjalani petualangan (adventure)—tidak hanya sekedar permainan (games)—yang berat dan penuh resiko. Dalam outbound, peserta benar-benar dididik untuk menjadi manusia yang tangguh di dalam menjalani kesulitan hidup.

Karena itulah, kegiatan outbound—pada awal-awal perkembangannya—banyak dipakai oleh lembaga angkatan bersenjata untuk kepentingan mempersiapkan para prajurit yang tangguh dalam menghadapi kesulitan hidup, baik dalam situasi aman maupun dalam situai perang. Namun, para perkembangan berikutnya, istilah outbound mengalami perluasan makna (sebut saja begitu), menjadi tidak hanya untuk menunjukan pelatihan di alam terbuka dengan petualangan yang berat, menantang, dan beresiko tinggi, tetapi juga untuk menunjukan suatu aktivitas permainan yang ringan dan beresiko kecil (soft game) yang diadakan di luar ruangan atau alam terbuka (outdoor)

Berangkat dari sini, banyak praktisi outbound yang mengklasifikasi atau membagi kegiatan outbound ke dalam dua kategori, yaitu “real outbound” dan “fun outbound”. Real outbound menunjukan pada kegiatan outbound yang memerlukan ketahanan dan tantangan fisik yang besar. Para peserta menjalani petualangan yang mendebarkandan kegiatan penuh tantangan, seperti jungle survival, mendaki gunung, arung jeram, panjat dinding atau tebing, atau kegiatan di arena tali. Real outbound inilah yang di anggap sebagai kegiatan outbound “yang sesungguhnya”.

Sementara, fun outbound menunjukan pada kegiatan di alam terbuka yang tidak begitu banyak menekan unsur fisik. Banyak yang menyebut fun outbound sebagai aktivitas semi-outbound, karena ia di anggap sebagai bukan kegiatan oubound “yang sesungguhnya”. Dalam fun outbound, para pesrta “hanya” terlibat dalam permainan-permainan (games) rinagan, tetapi sangat menyenangkan: berisiko kecil (low impact) atau berisiko sedang (middle impact), tetapi mengandung manfaat yang besar untuk pengembangan diri, diantaranya untuk meningkatkan keterampilan sosial seperti untuk membangun karakter, sifat-sifat kepemimpinan, dan kemampuan kerja sama grup atau kelompok. Ini dikarenakan kegiatan tersebut terkaitan dengan:

(a)    Membuat perencanaan

(b)   Mengatur strategi

(c)    Efesien waktu

(d)   Pendelegasian/pembagian tugas, serta

(e)    Kejujuran dan tanggung jawab sosial.

Selain tetap bermanfaat, tempat pelaksanaan dan alat aktivitas yang dibutuhkan pun sangat minim alias tidak rumit. Fun outbound dapat dilaksanakan di halaman sekolah, halaman rumah, lapangan, padang rumput, pinggir pantai, maupun di alam terbuka lainnya, seperti di tempat wisata. Fasilitas yang dibutuhkan pun tidak rumit, bahkan sering kali tanpa alat/fasilitas. Hal ini berbeda dengan kegaiatan real outbound yang membutuhkan “tempat khusus” untuk pelaksanaannya. Begitu pun alat/fasilitas yang dibutuhkan juga relatif lebih rumit. Bahkan, pelaksanaannya harus didampingi instruktur yang ahli di bidangnya karena kegiatan outbound jenis ini termasuk dalam kegiatan outbound yang berisiko tinggi (high impact)

Kendati pun demikian, bukan berati real outbound memiliki manfaat yang besar—seperti yang telah disampaikan—tergantung sejauh mana kegiatan itu dirancang dengan baik, sehingga hasilnya menjadi efektif atau berdaya guna. Perbedaan keduanya, barangkali, hanyalah terletak pada sensasi dan kepuasan bagi mereka yang haus akan petualangan dan tantangan yang besar.